Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Di Ujung Lelah Cintaku


Aku terdampar kedinginan di gurun saat musim salju memenuhi permukaan pasir yang tadinya terasa begitu panas. Ketika hendak meneruskan perjalanan, kakiku enggan melangkah karena tujuanku tertutupi hamparan salju putih yang harus aku lalui dengan keadaanku saat ini. Namun jika aku kembali, aku juga akan mengutuk diri sendiri karena begitu mudah mengalah terhadap keadaan dan terkaan yang keluar saat pikiranku tidak berfungsi dengan baik seperti ini. Ahhh, rasanya seluruh kabut hitam menyelimutiku saat ini, dan aku benar-benar ingin berjalan hingga kutemukan hujan meski dalam kedinginan. Agar aku bisa menangis dan berteriak sesuka hati dan tidak ada satupun yang tahu, hanya aku dan Tuhan yang mengerti keadaan ini dan aku berharap Tuhan memberikan petunjuk serta keadaan baik yang aku impikan. Kuterawang dengan hati kecilku saat berbicara dengan Tuhan, Tuhan sedang memberiku cobaan karena wujud sayang-Nya padaku dan akan memberikan sesuatu yang lebih indah dari impianku saat ini, sangat jelas pikiranku sekarang tidak mampu menggambarkan sebaik apa yang akan terjadi karena terhalang oleh selembar kain yang bisa begitu mudah terbuai atau sebaliknya.

Rabu, 01 Agustus 2012

Keindahan Ikhlas

Cerita ini belum lama berlalu, sabtu malam kemarin aku dikejutkan dengan hilangnya cincin kesayanganku yang biasa melingkar dijari manis kananku. Ini bukan cincin tunangan atau pernikahan melainkan lebih berharga dari itu. Harganya mungkin tidak ternilai, bukan dalam bentuk rupiah tapi karena sejarah yang sangat penting dalam hidupku. Saat ini aku mahasiswa di perguruan tinggi dan mengharuskan aku tinggal jauh dari keluarga yang membuatkan selalu merindukan mereka.

Selasa, 10 April 2012

My Diary


Penulis : Diyah Deviyanti

Ini cerita dimulai sejak aku masuk kuliah. Dengan penampilan yang sederhana namun memberanikan diri menyimpan rasa untuk seseorang yang bisa dikatakan sempurna. Yah, aku lebih suka sederhana dan begitupun dia. Namun kecerdasan dan keramahan membuatnya begitu banyak disenangi perempuan. Sedangkan aku, aku bukan merasa sombong namun karena ini memang sifatku yang tidak bisa terlalu ramah kepada semua orang.
Pertama kali aku melihatnya diparkiran, dengan kemeja yang rapi dan tersenyum padaku. Wah, hatiku seperti keluar lope-lope(lebay ya)hehe. Entah apakah karena umurku yang masih muda jadi bisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama atau karena memang ada ikatan batin dengannya(ini mah gr). Tapi anehnya, ketika aku merasa jatuh cinta padanya aku bahkan tidak tahu apa yang dinamakan cinta. Yang kurasa hanya senang ketika bisa melihatnya apalagi jika dia tersenyum manis kepadaku, jantungku bergetar seolah memompa darah jutaan liter perdetiknya. Ditambah lagi dengan sikapnya yang begitu sopan dan kecerdasannya terhadap ilmu kedokteran.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kalimat Dalam Puisinya

Penulis : Diyah Deviyanti



Pagi ini kuterbangun tanpa seseorang yang begitu lucu, manja, periang, baik, dan sangat kusayang disampingku. Semua ini berawal ketika waktu itu dia harus pergi untuk selama-lamanya meninggalkan aku dan keluargaku. Kini, pagiku terasa sepi tanpa canda dan tawanya, pagiku terasa membosankan tanpa tingkahnya yang begitu manja, hanya bonekanya yang bisa kupandang tanpa berbicara ketika aku bangun, tanpa mencium pipiku dengan manja ketika kumemegangnya.
Hidupku dan keluargaku sangat bahagia ketika dia masih bersama kami, ketika dia selalu mengisi hari-hari dengan semua sifatnya yang membuat kami rindu ketika sehari saja tidak melihatnya.